Senin, 23 Mei 2011

contoh puisi perpisahan

  SAJAK CINTA UNTUK DITA

lKetika rakyat berkubang dalam genangan air mata
kita berjumpa
Tatkala petani terusir dari tanah leluhurnya
kita bersua
Saat buruh acungkan kepalan tangan menuntut haknya
kita saling jatuh cinta
karena kita di antara penderitaan mereka
darah kita mengalir di nadinya.
Tapi kini kau begitu jauh
jauh tak terengkuh
oleh angan dan harapan
setelah aku terbuang.
Lewat kangenku pada jalanan
lewat rinduku pada pekik perlawanan

kukirim salam untukmu
meski kau tinggal bayang-bayang semu
ataukah aku yang selalu ragu
pada landasan yang selama ini jadi pijakan
cita-cita masyarakat tanpa penindasan.
Rinduku padamu, Dita
laksana bayi rindukan tetek ibunya
ketika lapar dan dahaga.
Cintaku padamu, Dita
kini terbawa angin senja
kulambaikan tangan perpisahan
sambil mendekap dada yang terluka.
Batu, 22 Agustus ’94
Puisi yang ditulis pada tahun 1993
Pengharapan
buat Novi
Setangkai anggrek ungu
kupersembahkan kepadamu, sayangku
bukan sebagai tanda cinta
maka kubiarkan ia tersia-sia
biarlah dia tercampakkan
asal bukan hatiku
yang putus harapan
Setangkai anggrek ungu
bukan tanda cinta, sayangku
karena cintaku padamu
takkan kering dan layu
oleh waktu yang berpacu
Setangkai anggrek ungu
bukan saksi bisu
pengharapanku padamu
karena pengharapanku abadi selalu
maka ijinkan aku mencintaimu.

Contoh Puisi Perpisahan

Setelah mengetahui cara membuat Puisi Pendidikan, kali ini kita akan mencoba untuk membuat puisi perpisahan dan terdapat Contoh Puisi Perpisahan. Untuk membuat suatu puisi, kita harus mencari inspirasi. Walau terkadang inspirasi tidak bisa muncul dengan sekejap, kita harus berpikir tentang masa lalu dan masa depan serasa kita telah melewati waktu tersebut. Untuk itu coba simak contoh puisi perpisahan berikut:
Perpisahan… ternyata sudah di ambang mata.
Memang benar adanya kau tinggalkan kami
Kebersamaan ini memang tak selalu ada
Kebersamaan hanya sebuah dongeng cerita kehidupan
Apa yang kau risaukan saat ini
Apa yang ingin kau dapat pasti kau raih
Bersenang-senanglah sobat
Karena aku disini akan selalu ada
Disini….. di negeri diawan
Kau memang sobat sejatiku
Harapan kesepian makin tak ada lagi dalam benakku
Jika kau sedih akupun turut gelisah
Raihlah segala citamu
Harapan akan selalu ada
Jika kita menikmati hidup dengan hati yang tenang
(oleh: Rifkys)
Puisi diatas sangat cocok digunakan untuk perpisahan sekolah dan sangat mengharukan jika dibacakan oleh pelajar ketika acara perpisahan, selain itu puisi ini juga sangat menyentuh hati ketika akan melepaskan seorang sahabat. Masih ada satu lagi puisi yang juga sangat cocok jika dibacakan pada acara perpisahan sekolah

Minggu, 20 Maret 2011

KH. Abdullah Bin Nuh

BANGSA Indonesia memiliki sejumlah tokoh atau pelaku sejarah yang memiliki peran besar dalam perjuangan dan kemerdekaan bangsa ini. Namun, tak sedikit di antara mereka yang masih terpinggirkan atau belum terekam dalam panggung sejarah nasional maupun lokal. Satu di antara tokoh yang terlupakan oleh catatan sejarah adalah KH Abdullah bin Nuh, seorang ulama besar asal Cianjur.
Dalam makalahnya yang berjudul ”Mengenal Perjuangan KH Abdullah bin Nuh”, Drs Reiza D Dienaputra M Hum, mengungkapkan, nama Abdullah bin Nuh seakan tenggelam oleh nama-nama besar, seperti Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, KH Achmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, KH Zaenal Mustafa (Singaparna), Ir Soekarno, Mohammad Hatta, Tuanku Imam Bonjol, dan Buya Hamka.
Padahal, menurut Lektor Kepala pada Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran (Unpad) ini, dari perjalanan sejarah yang telah dilalui oleh tokoh ini,sangat layak dicatat dan dikenang dengan baik sebagai salah seorang tokoh pejuang dalam pentas sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Mengingat, telah banyak peran positif yang diberikan dan dimainkan oleh KH Abdullah bin Nuh, baik di era sebelum kemerdekaan maupun sesudah kemerdekaan.

Siapa sebenarnya sosok ulama pejuang satu ini? Menurut guru besar Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Prof Dr Susanto Zuhdi M Hum, nama KH. ABDULLAH BIN NUH cukup dikenal luas di masyarakat Jawa Barat, terutama mereka yang berasal dari kalangan pesantren maupun kampus. Almarhum KH Abdullah bin Nuh sampai akhir hayatnya pada 1987, bermukim di Kota Paris, Jalan Dr Semeru, Bogor.
Mama, demikian panggilan hormat para santri kepada tokoh ulama pejuang yang dilahirkan di Kampung Bojong Meron, Kota Cianjur, pada 30 Juni 1905. Ayahnya bernama Raden H Mohammad Nuh bin Idris dan ibunya Nyi Raden Aisyah bin Raden Sumintapura. Kakek almarhum dari pihak ibu adalah seorang wedana di Tasikmalaya.
Di masa kanak-kanak, Abdullah dibawa bermukim di Makkah selama dua tahun. Di Tanah Suci ini Abdullah tinggal bersama nenek dari KH Mohammad Nuh, bernama Nyi Raden Kalipah Respati, seorang janda kaya raya di Cianjur yang ingin wafat di Makkah.
Sekembali dari Makkah, Abdullah belajar di Madrasah Al A'iannah Cianjur yang didirikan oleh ayahandanya. Kemudian, ia meneruskan pendidikan ke tingkat menengah di Madrasah Syamailul Huda di Pekalongan, Jawa Tengah. Bakat dan kemampuan Abdullah dalam sastra Arab di pesantren ini begitu menonjol. Dalam usia 13 tahun, ia sudah mampu membuat tulisan dan syair dalam bahasa Arab. Oleh gurunya, artikel dan syair karya Abdullah dikirim ke majalah berbahasa Arab yang terbit di Surabaya.
Setamat dari Syamailul Huda, ia melanjutkan pendidikan ke Madrasah Hadramaut School di Jalan Darmo, Surabaya. Di sekolah ini, menurut Reiza, ia tidak hanya menimba ilmu agama, tetapi juga digembleng gurunya Sayyid Muhammad bin Hasyim dalam hal praktek mengajar, berpidato, dan kepemimpinan (leadership). Saat menimba ilmu di sini pula, ia diberi kepercayaan untuk menjadi guru bantu.
Antara tahun 1926 dan 1928, Abdullah diajak gurunya Sayyid Muhammad bin Hasyim ke Kairo untuk melanjutkan pendidikan di bidang ilmu fikih di Universitas Al-Azhar. Selepas menyelesaikan pendidikan di Kairo, Abdullah kembali ke kampung halamannya dan mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Nyi Raden Mariyah (Nenden Mariyah binti R Uyeh Abdullah), yang terbilang masih kerabat dekatnya.
Kiprah sang ulama
Namun, diakui Prof Susanto, belum banyak sumber yang tergali dalam masa dekade 1930-an hingga masuknya tentara Jepang ke Jawa pada 1942 untuk menggambarkan berbagai aspek kehidupan Abdullah dan keluarganya. Bisa jadi satu-satunya buku yang pernah merekam seluruh peristiwa dalam kehidupan KH Abdullah hingga saat ini, menurut Reiza, adalah buku Api Sejarah karya Ahmad Mansur Suryanegara.
Dalam buku Api Sejarah ini disebutkan bahwa sejak tinggal kembali di Cianjur, Abdullah banyak mengaktivitaskan diri pada kegiatan-kegiatan pengajaran keagamaan yang berlangsung di Cianjur dan Bogor. Pada 1934, ia mulai terlibat dalam mengorganisasi lembaga pendidikan ketika ia diangkat menjadi pengurus (ketua dewan guru/direktur) Madrasah Penolong Sekolah Agama (PSA), yang didirikan oleh RH Manshur. Di luar itu, dia secara tidak langsung juga aktif dalam Sarekat Islam. Dalam organisasi pergerakan ini, ia ditunjuk sebagai korektor percetakan Ihtiar.
Masuknya Jepang ke Indonesia pada 1942, secara perlahan tapi pasti mendorong Abdullah bin Nuh untuk tidak sekadar berkiprah di bidang keagamaan. Ia pun terlibat dalam medan perjuangan, dengan menjadi anggota Pembela Tanah Air (PETA). Karena, pemerintah kolonial Jepang saat itu mengharapkan dukungan dari umat Islam, maka untuk posisi komandan batalyon (Daidancho) ditempati oleh mereka yang berasal dari kalangan ulama atau kiai.
Dengan peran yang dimilikinya di tengah masyarakat Muslim Cianjur, Bogor, dan Sukabumi, maka oleh pemerintah Jepang, Abdullah bin Nuh kemudian ditunjuk sebagai Daidancho yang membawahkan ketiga wilayah tersebut. Aktivitas Abdullah di dalam PETA dalam perkembangan selanjutnya membawanya banyak terlibat dalam kegiatan di tingkat nasional, terutama setelah Indonesia meraih kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Selepas kemerdekaan, Abdullah bin Nuh diangkat menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), sebuah badan pemerintah yang didirikan pada 23 Agustus 1945, bersamaan dengan pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Di luar itu, Abdullah juga diangkat menjadi pimpinan BKR untuk wilayah Cianjur.
Kiprah KH Abdullah di tingkat nasional menjadikannya sebagai tokoh yang sangat diperhitungkan. Tidak hanya oleh kawan-kawan seperjuangannya, tetapi juga oleh Belanda yang kembali masuk Indonesia, dengan membonceng NICA. Ia pun menjadi salah seorang tokoh yang hendak diciduk oleh Belanda.
Ketika ibu kota negara pindah ke Yogyakarta pada 4 Juni 1946, ia pun turut serta hijrah ke Yogyakarta, sekaligus menghindari upaya penangkapan oleh Belanda. Di ibu kota negara yang baru ini, kiprah KH Abdullah pun terekam tidak hanya di bidang pemerintahan, tetapi juga di bidang lainnya. Ia merupakan penggagas Siaran Bahasa Arab pada RRI Yogyakarta.
Dalam masa revolusi fisik ini, ia juga tercatat menjadi salah seorang pendiri Sekolah Tinggi Islam, yang kini dikenal dengan Universitas Islam Indonesia (UII)Dalam masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan ini, ia menikah kembali. Perempuan yang dinikahinya adalah Mursyidah binti Abdullah Suyuti, yang merupakan salah seorang murid KH Abdullah di STI. Dari pernikahannya dengan Mursyidah, ia dikaruniai enam orang anak. Sementara dari pernikahannya dengan istri pertamanya, Nyi Raden Mariyah, ia mendapatkan lima orang anak.
Masa perjuangan kemerdekaan dilalui KH Abdullah hingga 1950 di Kota Yogyakarta. Kemudian, ia dan keluarganya memutuskan untuk hijrah ke Jakarta, dan menjalani kehidupan di Ibu Kota ini hingga tahun 1970. Setelah itu, ia kemudian pindah dan menetap di Bogor hingga akhir hayatnya. Ulama pejuang asal Cianjur ini wafat pada 26 Oktober 1987, setelah kurang lebih 17 tahun bermukim di Bogor dan mengabdikan ilmu agamanya bagi masyarakat sekitar.
Saat tinggal di Bogor, ia mendirikan sebuah majelis taklim bernama Al-Ghazali. Majelis yang berkembang menjadi sebuah yayasan pendidikan ini hingga kini masih berdiri dengan dipimpin oleh putra bungsunya, KH Mustofa. Yayasan Al Ghajali tidak hanya menyelenggarakan kegiatan pengajian rutin, tetapi juga membuka madrasah dan sekolah Islam dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga menengah atas.
Karya Sang Ulama
Sepanjang kariernya, KH Abdullah bin Nuh pernah menulis buku, baik dalam bahasa Indonesia maupun Arab. Karyanya yang terkenal adalah Kamus Indonesia-Arab-Inggrisyang disusun bersama Oemar Bakry.
Karya-karyanya yang ditulis dalam bahasa Arab antara lain al-Alam al-Islami (Dunia Islam), Fi Zilal al-Ka’bah al-Bait al-Haram (Di Bawah Lindungan Ka’bah), La Taifiyata fi al-Islam (Tidak Ada Kesukuan Dalam Islam), Ana Muslim Sunniyyun Syafi’iyyun (Saya Seorang Islam Sunni Pengikut Syafii), Mu’allimu al-’Arabi (Guru Bahasa Arab), dan al-Lu’lu’ al-Mansur (Permata yang bertebaran).
Adapun karangannya yang ditulis dalam bahasa Indonesia adalah Cinta dan Bahagia,Zakat ModernKeutamaan Keluarga Rasulullah SAW, dan Sejarah Islam di Jawa Barat Hingga Zaman Keemasan Banten serta sebuah buku berbahasa Sunda, Lenyepaneun(Bahan Telaah Mendalam).
Adapun karya terjemahan dari kitab Imam al-Ghazali adalah Minhaj al-Abidin (Jalan Bagi Ahli Ibadah), Al-Munqiz Min al-Dalal (Pembebas dari Kesesatan), dan al-Mustafa li ManLahu Ilm al-Ushul (Penjernihan bagi Orang yang Memiliki Pengetahuan Ushul).http://www.ahsantafm.co.cc/2010/06/kh-abdullah-bin-nuh.html
 

Minggu, 13 Maret 2011

Foto Rombongan Ikan Pari Unik, Lucu, Aneh

Ini adalah foto rombongan ikan pari yang sedang bermigrasi, dan jumlahnya sangat banyak. Pokoknya aneh bin ajaib..
Foto Ikan Pari
Read More »

Foto Kue Yang Menggoda Selera

Kue-kue yg terbuat dari coklat memang ga bs dipungkiri bakalan membuat semua orang tergila-gila, apalagi kalau kue-kue coklat tadi di bentuk dengan unik dan menarik.
Hogwarts Cake
Read More »

Pantai Indah Bulukamba

bulukumba Pantai Indah Bulukamba
Kenangan itu rasanya masih lengket di benak saya. Ketika itu, pada 1993, saya bersama kawan-kawan satu angkatan di Jurusan Teknik Mesin Unhas Makassar berwisata ke pantai eksotis yang terletak di ujung selatan Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba.Rombongan kami berangkat dengan menyewa bis dari Makassar. Pantai Bira terletak sekitar 40 km dari Kota Bulukumba, atau 200 km dari Kota Makassar. Perjalanan dari Kota Makassar ke Kota Bulukumba dapat ditempuh menggunakan angkutan umum berupa mobil Kijang, Panther atau Innova dengan tarif sebesar Rp 35 ribu. Selanjutnya, dari Kota Bulukumba ke Tanjung Bira dapat ditempuh menggunakan mobil pete-pete (mikrolet) dengan tarif berkisar antara Rp8000- Rp 10 ribu. Total waktu perjalanan dari Kota Makassar ke Tanjung Bira sekitar 3,5-4 jam. Tarif masuk ke lokasi Pantai Bira sebesar Rp 5000/orang. Jadwal penerbangan ke Makassar dari kota-kota besar di Indonesia cukup sering, sehingga bukanlah hal sulit bila Anda berminat berkunjung ke surga tropis di Bulukumba ini.
Read More »

Video Eksklusif Kerusuhan Mesir

Mesir Terkini Video Eksklusif Kerusuhan Mesir
Foto Demonstrasi Mesir
Video Kerusuhan MesirFoto Demonstrasi Mesir semakin memanas. Berbagai upaya telah dilakukan dilakukan oleh pemerintah Mesir untuk meredam meluasnya demonstrasi yang menjurus kearah kerusuhan massa. Upaya-upaya yang telah ditempuh oleh pemerintah Mesir tersebut antara lain, menutup akses internet secara mutlak, juga kabar terakhir menyebutkan, televisi Al Jazeera juga sudah ditutup dan dilarang untuk siaran.
Read More »

Foto Batu Raksasa Terbawa Letusan Gunung Merapi

Batu Raksasa Letusan Gunung Merapi. Batu Raksasa Setinggi 50 mtr seberat 1.000 ton Terbawa oleh Letusan Gunung Berapi. Ada sebuah batu berukuran tinggi 50 meter seberat 1.000 ton yang turut terbawa oleh letusan gunung berapi di Islandia beberapa waktu lalu. Saking besarnya, batu itu membuat heboh dunia setelah fotografer Ragnar Sigurdsson (52) mengabadikan dan mempublikasikannya dalam bentuk buku berisi kumpulan foto-foto erupsi.
batu raksasa letusan gunung berapi 1 Foto Batu Raksasa Terbawa Letusan Gunung MerapiBatu raksasa setinggi 50 meter dengan berat 1.000 ton berada di lembah setelah menggelinding dari puncak gunung terbawa oleh gletser di Islandia. Batu Raksasa Setinggi 50 mtr seberat 1.000 ton Terbawa oleh Letusan Gunung Berapi.
Read More »

Warnet Terlengkap Di Dunia!

Bosan dengan warnet yang gitu-gitu aja? kini tidak perlu kuatir lagi karena warnet terlengkap di dunia siap dinikmati.
Kabarnya, warnet terlengkap yang berada di Jepang dan bernama Aprecio ini memiliki fasilitas-fasilitas yang cukup ‘membantu’ para user ataupun tamu yang datang menjadi lebih Santai setelah mereka bermain internet.
Kira-kira, seperti apa warnet terlengkap dan menjadi idaman ini? berikut informasinya.
Fasilitas yang ditawarkan:
- Lunch & Dinner with Attractive Menu
- full-body massage chair, warm bath germanium, Thai Massage
- Games & DVD dengan dating seat pair ( Luxury theater & Private )
- Karaoke
- Cocktail,Biliard,Tenis Meja & Dart
- Buat yang “kemping” / bermalam di Aprecio ada morning shower, set alat mandi, handuk,bahkan mereka jualan CD juga.
- 200 Koran & Majalah Baru + lebih dari 3 juta komik yang di update 200/bulannya
- Akses Internet cepat buat maen online Games + free drinks & Ice Cream
- Loker Safe deposit buat menyimpan barang berharga
Menurut kabar, semua fasilitas ini bisa didapatkan dengan harga $17/6 jam.
warnet2 Warnet Terlengkap Di Dunia!
warnet3 Warnet Terlengkap Di Dunia!
warnet5 Warnet Terlengkap Di Dunia!
warnet7 Warnet Terlengkap Di Dunia!
warnet8 Warnet Terlengkap Di Dunia!
Read More »

Penampakan Hantu Kuntilanak Terbaru

hantu41 Penampakan Hantu Kuntilanak Terbaru
melihat Kuntilanak ini hantu menakutkan yang saya menemukan dari primbon.com. itu benar-benar menakutkan bukan? melihat tubuh dan tangannya putihnya yang tampak seperti rakasa dan. bagaimana jika hantu itu menemani Anda, ketika Anda tidur. Anda berpikir bahwa hantu foto ini adalah nyata? i dont think begitu, saya pikir ini bukan gambar hantu nyata, terlalu mustahil untuk beberapa satu untuk menangkap gambar hantu seperti ini. sedekat ini dan nyata seperti foto ini i mean. itu tampak seperti adegan film. hanya lok di lingkungan warna. ini menunjukkan bahwa ada beberapa hal dimanipulasi dengan bayangan gelap dan warna emas. tapi itu benar-benar menyenangkan bagi kita bukan merupakan pekerjaan besar bagi orang yang menangkap itu. thumb up untuk Anda

Kunci Gitar

5 dari beberapa permainan gitar

Minimnya skill bermain gitar membuat suasana fellowship di berbagai persekutuan kantor kadang jadi kaku dan kurang bergairah. Skill semacam ini memanng tidak hanya didapat dalam waktu singkat. Tapi 5 jurus singkat gL! di hawah ini mungkin dapat membantu jika Anda melatihnya secara konsisten selama minimal 3 hulan, dan setiap harinya selamma 1 hingga 2 jam.

Jurus 1: jangan Lupa Kunci

Kunci adalah nyawa dari permainan gitar. Tanpa kunci, meski kita tahu semua jurus ritem, dijamin kita tidak akan pernah tahu bunyinya seperti apa. Pelajarilah semua kunci dasar seperti C, D, E, F, (3, A, B) beserta semua bentuk minor dan #nya (kecuali untuk kunci B memakai bentuk Bb). Biasanya buku tentang kunci-kunci ini dijual bebas di pasaran. Satu tips yang patut diingat, sebenarnya bentuknya begitu-begitu saja. Jangan dibuat pusing dengan nama-nama yang berbeda. Contoh: bila kunci C digeser sejauh 2 fret akan menghasilkan kunci D, padahal bentuknya sama, hanya letaknya yang berbeda.

Jurus 2: Dua Teknik Dasar

PETIKAN: Ketika memetik gitar, tidak perlu membayangkan harus seperti lagu "KKEB"-nya Andre Hehanusa atau "Tears In Heaven"-nya Eric Clapton. Sebaliknya, petiklah dengan sederhana seperti 3 contoh berikut ini:

Perhatikan posisi jari: jari jempol untuk 3 senar bas, sedangkan 3 senar lainnya dipetik oleh 3 jari pada gamhar.
Penyederhanaan: jari jempol=1, jari telunjuk=2, jari tenguh=3 dan jari minis=4.
1. 1-2-3.4.3-2 dengan l berpindah-pindah bas
2. 1-2-3-4-2 dengan 34 dipetik bersamaan
3. 1.234 dengan 234 dipetik hersamaan sebanyak 3x.

Setelah Anda nmencoba ketiganya, GABUNGKAN SEMUA TEKNIK! Memainkan lagu KKEB bukan impian lagi.

RITEM: Ini hal yang sebetulnya sederhana. Kalau pengamen jalanan saja tekniknya bagus, mengapa kita tidak? Alasan utama ketidak-mampuan ini adalah kurangnya latihan. Jika Anda sungguh serius, sisihkan waktu untuk melatihnya minimal 1 jam sehari. Latihan: Untuk ritem sederhananya dibagi menjadi ritem ke bawah dan ke atas. Untuk ke bawah= l dan ke atas=2.
1. 1-1-2-2-1
2. 1-2-2-1-2-2-1

Jurus 3. Jangan Lupa Bawa Buku Nyanyian

Sekarang buku lagu-lagu Praise & Worship yang lazim digunakan dan sudah banyak dijual bebas di pasaran. Biasanya apa yang tertera di buku-buku semacam ini sudah disederhanakan sehingga menyanyikannya pun mudah saja.

Jurus 4: Berlatih Running Chord Untuk Bermazmur

Sebelum kita bisa membawa orang lain agar mengalami saat yang indah dalam memuji & bermazmur bagi-Nya, kita harus mengalaminya terlebih dulu. Cobalah untuk berdiam diri dengan bermazmur bagi-Nya dengan menggunakan running chord 4/4 seperti misalnya (jika bermain di kunci C): C-F, C-AmDm-G, F-Em-Dm-G. Semakin sering dilantunkan, feeling Anda akan semakin terasah dan Anda akan terheran-heran melihat perkembangan skill Anda.

Jurus 5: Percaya Diri

Percaya diri! That's the best thing. Walau Anda banyak melakukan kesalahan (terutama biasanya salah kunci), lanjutkan saja dengan tertawa bersama teman-teman Anda. Dijamin, mereka semua pasti ikut tersenyum. Toh pada akhirnya, bukan permainan gitar/nyanyian kita yang diterima oleh-Nya, tapi kesungguhan hati kita.**